
ayo..ayo..ayo.. belajar…

ayo..ayo..ayo.. belajar…
Well, lagu muhasabah cinta nya Edcoustic terasa sangat mengena kalau lagi sakit. Nancep gitu.. Saya pernah posting loh lagu ini..
Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu
Jadi, memang Rasulullah teramat sangat hebat.. yang hanya mengalami sakit 2 kali semasa hidupnya. Apa Rasul pernah kena flu nggak ya?! itu bakalan masuk dalam sirah sebagai sakit nggak tuh?! Fyuh, beruntunglah engkau sebagai seorang mukmin, karena dalam sakitmu, pun Allah mengampuni dosamu sebagai imbalan sabar diri.
Mari dengar ulang..
Saatnya lebih bijak menyikapi social media, seperti kata sherlock holmes
“I consider that a man’s brain originally is like a little empty attic, and you have to stock it with such furniture as you choose.
A fool takes in all the lumber of every sort that he comes across, so that the knowledge which might be useful to him gets crowded out, or at best is jumbled up with a lot of other things, so that he has a difficulty in laying his hands upon it.
Now the skilful workman is very careful indeed as to what he takes into his brain-attic. He will have nothing but the tools which may help him in doing his work, but of these he has a large assortment, and all in the most perfect order.
It is a mistake to think that that little room has elastic walls and can distend to any extent. Depend upon it there comes a time when for every addition of knowledge you forget something that you knew before. It is of the highest importance, therefore, not to have useless facts elbowing out the useful ones.”
Okey, saya setuju dengan om Holmes. Dengan begitu, saatnya fokus ngisi furniture otak dengan structural engineering, sirah and such, dan sedikit kemampuan artistik.. #asyikk…
BA BA BA BABANANA BA BA BA BABANANA NA NA NA AHH POTATO NA AH AH BANANA AH AH TO GA LI NO PO TA TO NI GA NI BA LO BA NI KA NO JI GA~ BA BA BA BABANANA. YO PLANO HU LA PA NO NO TU MA BANANA LIKE A NUPI TALAMO BANANA BA BA POTATO HO HOOOOOO TO GA LI NO PO TA TO NI GA NI BA LO BA NI KA NO JI GA BA BA BA BABANANAAAAAAAAA
Aku suka conan, terutama cerita yang berkaitan dengan Organisasi Hitam.
Kenapa??
Karena mereka keren…
sudah!

Ketika kau beranjak dewasa,
kau faham, bahwa dunia itu sederhana.
Ketika kau membuka mata pagi hari,
kau mengerti, bahwa permainan Tuhan itu sederhana.
Ketika kau menengok langit sore hari,
kau tahu, bahwa setiap mimpi itu sederhana.
Maka kau pun yakin, Maret kan menjadi sederhana.
dengan hujan yang ditemani matahari.
dan kau pun mengajakku,
melintasi ruang dan waktu,
dalam perspektif, dimensi dan warna,
menjejak-jejak pada surban para ulama..
Satu yang kusesali,
ketika sederhana memiliki arti yang sangat rumit.
se-sederhana pengetahuan,
yang kaupun tak tahu tentangnya.

Bagiku, hanya kereta yang bisa menampakkan wajah aslimu, Indonesia. Eloknya pematang sawah, semburat mataharinya, atau lingkar punggung gunungnya. Terkadang, kulihat istana para kaum papa bersanding dengan digdayanya bangunan-bangunan itu.
Bahkan, seringpula kulihat seperti apa dirimu, Indonesia, dengan orang-orang yang membersamai kereta. Ada yang menggantungkan hidup padanya, sekedar menaikinya, atau ternyata terpaksa bersamanya.
Mungkin begitulah dirimu, Indonesia, seperti gebong pada kereta. Aku memang bersamamu, denganmu. Tapi jarak itu, hanya sekian cm di depanku, dan gerbong itu tetap tak tertembus. Ah, atau memang aku sajalah, yang takut melangkah, bersama segala celotehan dan kekhawatiran.
Maka kuputuskan, untuk melihat wajahmu lagi, Indonesia, dari dalam kereta. Bersama semilir angin yang memaksa menembus kaca. Sembari sesekali kutengok lagi jejak langkahmu yang telah susah payah menarik gerbong-gerbong anakmu sendiri.
Karena bagiku, kereta terlalu banyak menyimpan ceritamu, Indonesia. Dan kini wajah lelah kereta tengah ber-istirahat di stasiun itu, menatap sendu pada jalannya yang sudah tak kuat lagi menanggung bebannya.

oh ya ya ya ya ya, saya tak kan melupakan quotes yang saya pakai di TA (tugas akhir)
Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (Q.S. Al-Fath:4)
Run with all your might even if you know it’s gonna be an out -Asakura Keita, Change-
-selalu suka dengan cerita sejarah ini, mari saya nukilkan dari buku Salim A. Fillah, begini ceritanya :
Perang Hunain..pertempuran yang dahsyat.. Pada mulanya, kaum muslimin merasa bangga akan kekuatan dan jumlah mereka. Dua belas ribu orang yang berbaris riang memang bukan jumlah yang sedikit. Tetapi Allah hendak mengajarkan bahwa logika jumlah, bukanlah segalanya. Di atas itu semua, ada keimanan dalam dada, sikap tawadhu penuh waspada, dan kesatuan hati yang kokoh dalam takwa.
Sesungguhnya Allah telah menolong kalian (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak. Dan (ingatlah) hari peperangan Hunain, di waktu kalian menjadi congkak karena banyaknya jumlah kalian, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepada kalian sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit oleh kalian, kemudian kalian lari ke belakang dengan bercerai-berai (9:25)
Ini adalah hari yang sulit. Ketika Rasulullah menyaksikan hanya para sahabat yang tertarbiyah sejak awal risalah yang tersisa di samping beliau. Jumlahnya sedikit.. Dimanakah dua belas ribu? Mereka berlari cerai berai, sementara Abu Sufyan bin Harb berteriak, “Mereka takkan berhenti sampai mencapai laut!” Rasulullah sampai berseru lantang, “Kembalilah kalian! Aku adalah Rasulullah! Aku putra Abdul Muthalib!”
Akhirnya Al-Abbas, paman Nabi berseru lantang memanggil kelompok orang. “Wahai orang-orang Anshar! Wahai mereka yang telah berbaiat di bukit Aqabah!” Demikianlah satu persatu menyambut seruan, “Labbaik…Labbaik…”
Kini situasi berbalik. Seluruh wadya kabilah Hawazin dan Tsaqif telah tercerai berai dan melarikan diri ke benteng mereka di Thaif. Mereka meninggalkan keluarga dan harta benda mereka tanpa sempat menoleh. Semula pemimpin mereka berharap bahwa membawa serta keluarga, anak-anak, dan harta benda ke pertempuran akan membuat mereka berperang dengan penuh semangat. Masalahnya mereka bertaruh kejayaan. Tetapi heroisme Rasulullah dan para sahabat jauh lebih mengerikan bagi mereka dari kehilangan apapun. Mereka menyayangi nyawa..
Kini… tinggallah Rasulullah membagikan rampasan perang yang terdiri atas berlembah-lembah kambing, unta, emas, perak, dan tawanan. Pertimbangan manusiawi mengatakan, kaum Anshar yang paling berhak mendapatkan rampasan Hunain yang memenuhi wadi dan lembah itu. Tapi Rasulullah justru membagikannya kepada pemuka-pemuka Thulaqaa, muallah Mekah yang paling depan dalam melarikan diri dari pertempuran dan berkata, “Mereka takkan berhenti lari sampai mencapai laut!”
Ada sesuatu yang mengganjal setelah pembagian itu, sesuatu yang disampaikan oleh Sa’ad bin Ubadah dan membuat orang-orang Anshar dikumpulkan di sebuah kandang kambing raksasa. Rasulullah datang dan berbicara kepada mereka.