The Living Qur’an

Betapa indahnya saat Aisyah menjawab pertanyaan para sahabat mengenai akhlak Rasulullah. “Hai Aisyah, apa pendapatmu mengenai akhlak Rasul?” tanya sahabat. Dan Aisyah menjawab “Al-Quran!”.

Sangat indah, saat membayangkan bahwa Al-Qur’an telah ter-internalisasi pada diri seorang muslim. Dengan keimanannya yang kokoh, pun buah yang dihasilkan adalah akhlak Qur’ani. Al-Qur’an lah mukjizat terbesar yang diberikan untuk seluruh umat manusia. Tentu saja seluruh umat manusia, tidak hanya kaum Muslim.

Memang sulit membayangkan bagaimana Qur’an bisa menjadi mukjizat, hanya dengan 6666 ayat yang ada di dalamnya. Tapi begitulah, sejarah telah membuktikan bahwa dunia ini pernah dikuasai oleh orang-orang yang dekat dengan AlQuran, yang dengannya mereka ridha padaNya dan Allah pun ridha terhadap mereka. Seperti konstantinopel yang jatuh di tangan kaum Muslimin oleh sang pemimpin terbaik dari pasukan dan prajurit terbaik.

Sampai saat ini keajaiban pun masih terus mengalir. Bukankah suatu keajaiban, bahwa banyak yang hafal 6666 ayat Al-Quran di luar kepala tanpa salah satu katapun? Itulah bagaimana Allah menjaga Qur’an, bahwa setiap tahun selalu ada orang yang hafal Al-Qur’an bahkan setiap hari selalu bertambah ayat yang dihafalkan.

Itulah mungkin kenapa saat berinteraksi dengan Al-Qur’an hanya orang-orang yang memiliki keimanan yang kuatlah yang dapat merasakan indahnya bersama dengan Al-Qur’an. Tak peduli seberapa tua usiamu dan seberapa tinggi kecerdasanmu, hanya orang-orang yang berimanlah yang dapat merasakan indahnya.

“Sesungguhnya hanyalah orang-orang yang beriman yang apabila disebut nama Allah bergetar hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an bertambahlah iman mereka dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal.” [8:2]

Bahkan, Allah masih memberikan keimanan yang lebih lagi. Menghilangkan kekhawatiran pada diri orang-orang mukmin dan menambah keimanan di atas keimanan mereka [48:4]. Keimanan yang berlipat itu akan mengakar pada diri, membentuk karakter muslim yang kuat dan pada akhirnya seperti buah utrujjah, baunya harum, rasanya lezat [muttafaqun ‘alaih]

Bagaimana mungkin, seorang muslim berkata bahwa ia tidak merasakan Islam sebagai jalan hidup? Berapa kali ia sudah menamatkan Al-Qur’an? Berapa banyak ayat yang dia hafal? Seberapa pahamkah ia akan contoh akhlak Qur’ani yang diberikan Rasul? Berapa lama waktunya untuk mempelajari Islam? Seberapa banyak sujud dan do’a yang ia panjatkan? Seberapa besar?! Jika untuk membaca Al-Qur’an saja terasa berat, apalagi melakukan hal yang berat daripada itu.

Pantaslah Allah memberikan manfaat yang tidak hanya dinikmati sendiri, tapi juga memberikan syafaat terhadap orang-orang terkasih. Seperti yang telah Rasul katakan, “barangsiapa yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya, akan diberikan kepada kedua orang tuanya pada hari kiamat mahkota yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari. Kedua orang tua itu akan berkata, “mengapa kami diberi ini?” Maka dijawab , “karena anakmu yang telah mempelajari Al-Qur’an” [HR Abu Dawud, Ahmad, dan Hakim]

Maka berdoalah : “ Ya Allah tolonglah aku agar dapat rajin membaca kitab suciMu, memahaminya, mentadabburinya, dan mengamalkannya. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah Engkau Maha Tahu apa yang ada dalam diriku, yaitu keinginan yang sangat kuat untuk hidup bersama kitab suciMu. Ya Allah Engkaulah yang memiliki kitab suci ini, Engkau Maha Kuasa untuk memberikan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki kemampuan hidup bersama kitab suciMu.”

Wahai diri, tidakkah kamu malu kepada Allah SWT? Katanya cinta kepada Allah, tetapi tidak merasa senang untuk berinteraksi dengn kalamNya. Bukankah jika manusia mencintai manusia yang lain, ia menjadi senang jika membaca surat dari orang yang dicintainya, bahkan membacanya berulang-ulang?

Wahai diri, mengapa kamu begitu berat dan enggan untuk hidup dengan wahyu Allah SWT? Apakah ada jaminan di sisi Allah, bahwa pahala bisa didapat tanpa beramal? Dengan apa lagi kamu meraih pahala Allah? Dengan infaq, tidak mampu kecuali sedikit. Dengan jihad, belum banyak yang dilakukan. Kalau tidak dengan Al-Quran, dengan apa lagi?

Hiduplah bersama Al-Qur’an, insya Allah akan lahir berbagai macam amal shaleh…

Aamiin..

Source : 17 Motivasi berinteraksi dengan Al-Qur’an karangan Abdul Aziz Abdur Rauf, Al-Hafidz, Lc.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s