Pra-Tegang, prategang, prestress, memiliki definisi yang sama dalam cerita ini. Yakni sebuah pembelajaran tentang arti permulaan untuk mencapai akhir yang lebih dari biasanya. Bagaimana tidak, pabila sebuah benda diberikan tekanan mula, maka dia bisa menahan tarik yang lebih besar daripada tanpa diberikan tekanan mula. Ibarat bahasa, mundur untuk memenangkan peperangan. Atau seperti ketapel, mundur sejenak untuk melesat lebih jauh.
Baiklah, aku kembalikan ke realitas yang ada seharusnya. Prategang itu merupakan salah satu mata kuliah pilihan di jurusan teknik sipil ITB yang masuk kategori kelompok keahlian (KK) rekayasa struktur dan hanya dibuka pada semester genap, ya, semester ini (Januari-Mei). Tepatnya nama kuliah ini adalah SI-4251 Struktur Beton Prategang. Jadi kamu pasti bisa menebak apa yang akan aku ceritakan disini.
Bukan tentang silabus mata kuliahnya, tapi tentang kuliah itu sendiri. Aku sangat suka kuliah prategang, walaupun acap kali sifat mahasiswa biasa keluar di kelas, entah itu sekedar mengantuk atau bahkan tertidur. Tapi, setiap bapak dosen bercerita di sela-sela pengajarannya, entah kenapa aku selalu merasa lebih bersemangat. Dan pabila cerita itu menarik buatku, aku tuliskan kata-katanya, karena sesekali bisa kubuka dan kubaca kembali.
Seperti pula di pagi hari selasa di waktu itu, bapak bercerita tentang betapa diperlukannya ketegasan dalam memutuskan perkara. Karena tanggung jawab yang dipikul lebih besar lagi. Seperti ini katanya :
“ Keras (tegas-red) itu diperlukan, karena struktur itu menyangkut nyawa manusia. Kalau ada kegagalan, jangan menyalahkan takdir, justru itu karena usahanya tidak keras.”
Memang, Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum, pabila kaum itu tidak mau merubah diri mereka sendiri. Bagaimanapun, takdir Tuhan itu hanya Tuhan saja yang tahu, manusia hanya perlu mengerjakan asumsinya agar menjadi takdir.
Wallahu alam
-Sekadar bercerita-
Prategang, nama yang aneh, haha…,
sama ga sih dengan tegangan sisa (residual stress)?
haha, kuliahnya juga.. tapi tetep seru..
oh beda sekali, kalau sepemahamanku yang namanya residual stress itu ada karena adanya perlakuan yang emnyebabkan tegangan. Seperti ketika pembuatan baja yang dipanaskan terlebih dahulu, pas proses pendinginannya mengakibatkan adanya tegangan akibat perubahan suhu (CMIIW).
Gitu bukan?
Nah, kalau prategang itu beton yang dikasih tegangan (ditekan) sebelum ada beban. Karena ketika dia dibebani bagian bawah beton jadi mengalami tarik. Nah, karena sebelumnya ditekan jadinya bisa menahan lebih banyak beban..
Analoginya kayak beberapa buku yang disusun seperti di rak, terus dikiri dan kanannya ditekan. Pasti kalau dikasih beban di atas susunan itu, akan jauh lebih kuat dibanding tidak ditekan di kiri dan kanannya…
semoga dapat dimengerti ^^
yah, sudah mengerti, terima kasih atas penjelasannya tya.