Dunia dengan Angka

Sebuah catatan kecil 290311

Semuanya dimulai (kembali) dari sebuah percakapan di suatu tempat

Orang pertama : Apalagi gunanya ini?

Aku : (memasang kuping dengan baik, bersiap mendengar semua percakapan orang-orang di sebelahku)

Orang kedua : Gimana seh maksudnya, ga ngerti … (memang terlihat tidak mengerti)

Orang pertama : Ya kalau kamu beli apapun cuman pake angka gimana coba?

Orang kedua : (masih keukeuh) duh, beneran ga ngerti nih…

Orang pertama : Bayangkan kalau semuanya kamu beli pake kartu kredit! Semuanya, termasuk beli cilok, gorengan, ke pasar. Tukang ojek juga tinggal gesek aja kalau bayar, dan semuanya bayar pake kartu kredit, mau sekecil apapun nominalnya, tinggal di gesek doang. Terus apa artinya lagi ini?? (sambil menjentikkan jarinya ke uang kertas yang dipegang orang kedua – bayangkan sendiri ya)

Orang kedua : hoh… (mulai nampak jelas kayaknya)

Dan aku tetap memperhatikan dengan seksama

Orang ketiga : (nimbrung) oh… ngerti maksudnya.. Jadi kita cuman bayar pake angka doang kan?! Uang kertas kayak gini ga bakalan laku lagi. Jadinya cuman angka doang yang berpindah. Ya kan?!

Orang kedua : ooohhh.. gitu ya maksudnya.. hmm…

Orang pertama : iya, kayak transfer.. Aku transfer ke kamu 5000 misalnya (dikit amat ya) uangnya ada nggak?! Kan yang beda nominal di tabunganku berkurang, dan kamu bertambah.

Orang kedua : iya, iya.. komputerisasi.. Bayarnya pake komputer semua..

Orang pertama: ya kalau komputer dan teknologi semakin maju kayaknya dunia bakalan kayak gitu.. semuanya pake komputer. Dan nanti yang penting itu pake angka..

Orang ketiga : iya, setiap orang punya nominalnya masing-masing. Haha, aneh ya..

Semuanya hening, percakapan berhenti.. Kemudian angka-angka itu berputar di otakku.. Aku bisa melihat dengan jelas banyak sekali angka 0 dan 1 yang berputar dan menari. Ada juga 3 dan 5 terkadang mereka disusul angka 8. Ya, aku melihat semuanya dengan jelas. Sebuah dunia yang penuh dengan angka. Sering terlihat angka-angka itu tersedot dan kemudian diganti oleh angka lain lagi. Kombinasi yang membingungkan.. Semakin aku melihat keatas, semua angka itu sedang kerja keras, berjalan kesana kemari.. Semuanya sibukkk sekali…

Tapi di ruangan lain ada juga yang sibuk bolak-balik dan disana lebih berisik suaranya. Aku lihat, itu bukan lagi angka. Itu ruangan bentuk! Ada yang kotak, bulat, bahkan segitiga.. Ruangan itu juga sibuk… Ah, hatiku jadi ga tenang…Apa maksud semua ini?!

Tiba-tiba aku berteriak : KIRI! KIRI! KIRI!

Wkwkwk.. sejenak aku harus kembali…

Aku lihat di tanganku ada angka dan bentuk! Bersatu! Iya lho, mereka bersatu.. Ada angka 1 dan 0, ada juga angka 5, ada lingkaran dan ada kotak.. Tapi ada yang lain juga, ada warna, ada gambar, ada garis, titik, lengkung, semuanya ada.. dan semuanya aku serahkan pada seseorang sebagai tanda terima kasihku karena dia telah memberikan usahanya untuk memindahkanku.

Kemudian aku tersedot lagi.. Bukan ke dunia tadi tapi ke dunia lampau.. Tanpa angka! Hanya ada bentuk dan warna, warna emas dan perak.

Oh iya aku ingat! Dulu orang menggunakan emas dan perak untuk menukarnya dengan benda apapun yang mereka inginkan. Kemudian dunia bergeser dengan adanya kertas dan koin, tapi mereka berbeda! Angka mulai lahir.. tapi bentuk tidak lagi sedigdaya dulu.. Dia harus berbagi ruang dengan angka. Dan setiap orang masih menukarnya dengan yang lain.. Kemudian percakapan tadi membuatku melihat angka-angka.. Seandainya memang masa depan, setiap orang hanya menukar setiap benda dengan nominal,, dunia seperti apa yang akan tercipta…

Baik,, secara jujur yang kurasakan adalah komplikasi (bahasa serapan dari : complicated). Mungkin wajar semakin lama orang cenderung tidak mau membawa-bawa bentuk. Tapi di sisi lain aku merasakan kengerian disana. Angka-angka menguasai disana, setiap benda harus bergerak tanpa tahu atas dasar apa mereka bergerak.. tidak ada jaminan, semuanya abstrak.. Semuanya seperti mimpi.. terasa nyata sekali, tapi tetap saja itu mimpi.. Entahlah, apa aku harus merasa ngeri atau malah let it flow sajalah, lihat ntar bakalan kayak gimana..

Okey, tapi bagaimana kalau lihat semuanya terbalik! Asumsikan aku merasa nominal-nominal itu tidak berguna (bahasa ‘kasar’ dari kengerian) berarti kertas dan koin itu tidak juga berguna. Karena itu hanya kertas bentuk segi empat dan koin berbentuk bundar. Just it! Itu cuma bentuk yang berbagi ruangan dengan angka. Baiklah, kertas dan koin menjadi tidak berguna.. Kalau begitu berarti emas dan perak juga tidak berguna! Kenapa? Karena itu hanya bentuk (?) atau tepatnya hanya sebuah material…

Iya juga ya.. iya gitu? Kalau misalnya emas dan perak aku buat menjadi bentuk atau menjadi ‘bentukan’ angka, masihkan orang mau menukarnya dengan benda lain? Aku kira masih…

BOHONG! Kamu pasti bohong!

Haduh, apa pula fikiranku yang satu ini! Aku kasih asumsi tambahan deh, asumsi bahwa emas dan perak bukanlah barang berharga bagi manusia, masihkah mereka menggunakannya?? Sekarang emas dan perak hanya menjadi seonggok material saja, tidak disebut bentuk ataupun angka.. Jadi apa yang sebenarnya nilai yang ditukar-tukar oleh manusia? Bukan lagi angka, bentuk, maupun material…

Ckckck… tapi kemudian ada sebuah kalimat dalam kotak memori yang keluar dan melewati fikiranku. Ini dia kalimatnya:

Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.“  (3 : 14)

Wah, materialnya disebut.. Berarti ini sebuah takdir! Ah.. asumsi terakhirku salah, kalau begitu aku harus mengembalikan teorema yang aku buat sebelumnya..

Sekarang bukan lagi angka yang berputar-putar, tapi aku sendiri yang berputar melihat sekeliling dan berlari mengejar fikiran yang membawa teoremaku sebelumnya. Sesaat kemudian aku membuka pintu, rupanya pintu itu tidak terkunci..

Hah, aku sudah sampai rumah ternyata.. Nampaknya aku harus menemui ‘psikolog’.. Kulihat dua orang memandangiku dan memberikan salam..

Ketika aku melihat mereka dan membalas salamnya, tiba-tiba saja semua fikiranku keluar, dan aku ingin memberikannya untuk mereka. Tidak hanya angka dan bentuk, tapi setiap huruf-huruf berloncatan ingin keluar.. hah, tapi mereka terlalu memenuhi fikiranku, sampai-sampai mulutku tidak bisa kubuka lagi.. Aku hanya melewati kedua orang itu dan menuju ke sebuah ruangan. Okey, aku harus mengendapkannya, menenangkan badai otak ini.. Nampaknya cukup untuk hari ini…

Kemudian aku kembali lagi tersedot ke sebuah dunia mimpi.. Bermimpi memegang angka-angka itu lagi. Melihat dan merasakan bahwa mimpi itu terasa sangat nyata..

The End

P.S. Serius lah, ga ngerti apa maksud catatan ini. Silakan ambil saja yang baik-baiknya, itu juga kalau ada yang bisa diambil… ^^

One thought on “Dunia dengan Angka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s