Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu
Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabah cintaku
Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu
<br /><span style=”font-size:small”><a target=”_blank” href=”http://vidrec.com/?v=V8vRQZbGfko”>Download Youtube Video Clip
ni dapet kode2 nya dari situ lah pokoknya, sekalian video nya juga.
Ni lagu punya kenangan tersendiri, soalnya lumayan bisa mengingatkanku pada hal2 yang terkadang luput untuk disyukuri. tapi tetep aja dikasih sama Allah. . .
Ni lagu yang udah lama aku cari2, abiz enak dedengar, setelah aq dapet ternyata artinya juga bagus… Ga bosen taw dengernya…
liriknya sedih tapi lagunya ga ngebosenin. pokoknya ga ngebosenin.
ni text ny aku kasih plus video youtube nya ^__^
SEAMO – MOTHER
Hi Mother, Haikei, genki ni shitemasuka?
Saikin renraku shinakute gomen Boku wa nantoka yattemasu…
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
Chikaku ni iru to iradatsu kuse ni Tooku ni iru to sabishiku kanji
Anata wa sonna sonzai Donna mondai mo Mi wo kezutte kaiketsu suru
Soshite Boku no shitteru dare yori mo Ichi-ban gamandzuyoku TAFU desu
Itsumo massaki ni ki ni suru Jibun janaku boku no karada de
Suiji sentaku Souji ni ikuji Amatta jikan sara ni shigoto shi
Ichi-ban hikui basho ni aru mono shika Motomenakattano Anata yo
Atarimae sugi wakaranakatta Hitori de kurashi hajimete wakatta
Anata no sugosa Taihensa Sore wo omoeba Kyou mo boku ganbareru sa
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
“Ashita asa shichi-ji ni okoshite” to itte
Anata jikan doori ni okoshite kurete
Shikashi Rifujin na boku wa
Neboke nagara ni iu kotoba wa “Urusee!”
Konna kurikaeshi no RUUTIN Iyana kao hitotsu sezu ni
Anata Mainichi okoshite kureta
Donna mezamashi yori atatakaku seikaku datta
Sore de mo aru hi Gakkou wo ZURUyasumi ”Ikitakunai” to ii
FUton kara ichido mo denu boku mae ni Kao wo ryoute de ooikakushi
Oogoe agete naita Boku mo kanashikute naita
Sono toki boku wa ”Nante baka na koto wo shitan da” to jibun semeta
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Kanshashitemasu My Mother
Kodomo ni sakidattareru hodo Tsurai koto nante Kono yo ni nai no dakara
Tatta ichi-byou de mo Anata yori nagaku ikiru koto Kore dake wa mamoru
Kore dake wa…
Anata no kodomo de yokatta Anata ga boku no haha de yokatta
Itsu made mo kawaranai Zutto zutto kawaranai
Boku wa anata no ikiutsushi dakara…
Chiisana karada ni chiisana te Shiraga mo majiri Marukunatte
Shikashi boku ni wa Nani yori mo ookikute Dare yori mo tsuyokute
Sasaete kureta kono ai Dakara kodomo ni mo tsutaetai
Zutto boku no haha de ite Zutto genki de ite
Anata ni wa mada shigoto ga aru kara Boku no oyakoukou uketoru shigoto ga…
Hi Mother, Dear Mother, how are you doing?
Sorry I haven’t called recently, I’m getting by okay…
*Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I want to tell my kids about this love that supported me
Even though I grow impatient when I’m near you
When you’re far away from me I grow lonely
That’s who you are to me, you can cut through any problem and solve it
And you have the most patience and toughness of anyone I know
You would always be concerned over my well-being before your own
Cooking, doing the laundry, cleaning, raising a child
You even worked during your free time
You would only require things from the lowest places
I didn’t understand even though it was so obvious
It wasn’t until I started living by myself that I understood
Whenever I think of how much you’ve accomplished
And how hard it must have been, I feel like I can try my best today
(Repeat*)
I’d say, “Wake me up at seven a.m.”
And you would wake me up right on time
But I would be unfair to you
And say the words “shut up” while I was still half-asleep
This was the daily routine
You never made one tired face
And woke me up every day
Warmer and more accurately than any alarm clock
But then one day I skipped school and said, “I don’t wanna go”
I wouldn’t leave my futon and you stood in front of me
Hid your face with both hands and cried loudly
I also felt sad and cried
At that time I blamed myself wondering, “How could I be so stupid?”
Your body is small and so are your hands
White hairs are mixed in and you’ve grown more genial
But to me you’re still bigger than anything, stronger than anyone
I give you thanks for this love that supported me, my mother
I know there’s nothing more painful in the world
Than a parent burying their child
So I’ll make sure it never happens
Even if I only live one second longer than you
I’ll make sure of it…
I’m glad I’m your child
I’m glad you’re my mother
And that won’t ever change
It won’t ever change for all time
Because I am the very image of you…
(Repeat*)
Be my mother forever
Be well forever
You still have one more job left to do
And that’s to accept your son’s love and respect for you…
Kalo ga salah ada hadits yang isinya, setiap mu’minin dan mu’minat yang tidak pernah memikirkan masalah umat, maka mereka bukan golonganKu. So, secara otomatis, seorang muslimah pun terkena kasus wajib dalam mencari solusi untuk problematika umat. Tak layak baginya hanya memikirkan dirinya sendiri. Padahal dirinya hidup haruslah bermanfaat untuk banyak orang.
Jadi pengen cerita soal ibuku… Ibuku adalah wanita terhebat yang kutahu di dunia ini, (hehehe,,narsis ibu sndiri). Beliau bekerja sembari menjadi ibu rumah tangga, pintar masak dan sangat cantik. Pekerjaannya adalah menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa………., yap betul, ibuku seorang guru. Ibuku seorang sarjana sejarah lulusan Universitas Padjajaran dulu. Katanya beliau sangat menyukai sejarah, sayangnya saat itu keadaan memaksanya untuk bekerja sembari kuliah, bekerja sebagai guru! Padahal kalau saja ibuku menerima tawaran dosennya waktu itu untuk bekerja di kesejarahan, mungkin dunia sejarah akan terus berada dekat dengannya. Tapi, nanti sejarahku lain cerita dong, heuu.. Kembali ke pembahasan (huff) Yang paling kukagumi dari beliau adalah perjuangan, kecerdasan serta kesabarannya dalam mendidik anak-anak nya. Kalu kuceritakan disini pasti akan sangat sangat sangat panjang ceritanya. Yang jelas, aku melihat ibuku selalu tenang menghadapi anak-anaknya yang kelewatan nakal ini. Malah selalu terkesan bijak menurutku. Mangkanya kalo dah di rumah, rasanya sangat mengasyikkan bisa menjad anak kecil, hihihihi.
Saat ini ibuku di vonis memiliki diabetes dan ada pembekuan darah di retina nya, jadi sebelah mata beliau kurang bisa melihat dengan jelas. Ditambah lagi sebelah matanya dideteksi ada bakal calon pembekuan darah. Tapi, coba tebak, aktivitas beliau rasanya tidak terhambat sedikitpun. Tetap memasak, mengajar, belajar, membaca, dan menonton berita. Malah, beliau selalu lebih tau tentang berbagai hal dibanding aku (kecuali keteknik sipilan kali ya, hehehe). Rasanya apa2 yang beliau alami lebih hebat ketimbang ‘penyiksaan’ waktu aku ikut diksar menwa dulu…
Itulah kenapa aku ingin bilang, aku tidak mau seperti Cinderella, atau Rapunzel, atau seperti sleeping beauty, yang sekedar cantik, tapi lemah dan butuh pertolongan seortang pangeran! Karena aku adalah seorang muslimah yang memiliki identitas dan prinsip (hehe, materi kaderisasi neh..) dan akan menjadi seorang yang semoga bermanfaat untuk semua orang. Bukankah sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain.
Seperti kata seseorang, (siapa ya????) – Muslimah itu bukan hanya sekedar mawar penghias taman tapi melati pagar bangsa! (yes, you do!!) (hmm, belum sistematis neh pikirannya, ^^)
Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita
Auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita
Perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita
Saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita
Menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita
Perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita
Wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.
7. Talak
Terletak di tangan suami dan bukan isteri.
8. Wanita
Kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
Itu sebabnya,
Mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk “MEMERDEKAKAN WANITA”.
Tapi, pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?
1. Ibarat Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik,sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?
Itulah bandingannya dengan seorang WANITA.
2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali
lebih utama daripada kepada bapaknya?
3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan,ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.
4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan olehsegala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu :
Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.
Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu :
suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang
disukainya, cukup dengan 4 syarat saja,yaitu: Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.
7. Seorang Lelaki, wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fi sabilillah.
Demikian sayangnya ALLAH pada wanita… kan
Yakinlah,
Bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia.
Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.
Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih
anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik,
maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda).
Berbahagialah wahai para muslimah! Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban Agamamu, niscaya surga menantimu… Amin
Einstein ”senang” belajar.
Newton ”senang” belajar, Leonardo da Vinci, ”senang” belajar. Feynman, Michio Kaku, Alan Lightman, Carl Sagan, Stephen Hawking, senang, belajar. Semua anak-anak yang disebut cerdas, dimanapun, di Indonesia atau di dunia, senang belajar.
kata-kata indah yang kudapat hari ini.
memang alam semsta telah diciptakan begitu indah, fantastik, ajaib, menarik, dan selalu penuh kejutan. Beruntunglah orang-orang yang bisa merasakan asyik dan menyenangkannya belajar. Akupun kini harusnya bisa memahami asyiknya proses belajar untuk pembelajaran. Harusnya??? ya harusnya! bagaimanapun meninggalkan moment penting pembelajaran adalah hal bodoh yang kulakukan hari ini. Menyesal? ga juga! ^_~
Tuhan telh menciptakanku dengan alur kehidupan yang tepat. Allah, aku sangat bersyukur atas semua karuniaMu. Kini aku ingin belajar mencintai semuanya, termasuk mencintai belajar itu sendiri.
“Neither a lofty degree of intelligence nor imagination nor both together go to the making of genius. Love, love, love, that is the soul of genius.” Wolfgang Amadeus Mozart
Aku jadi ingat pesan kakak tingkatku, beliau bilang: kalu berbuat jangan melulu pake ini (nunjuk ke kepalanya) tapi musti pake ini (nunjuk ke hatinya). Intinya, semua yang kulakukan memang harus berdasar pada niat yang baik, ya tho. Bukankah orang yang melakukan kebaikan atas dasar cinta, hasil perjuangannya pun tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Masih ingat kan, bagaimana sosok Rasul yang kita cintai, Muhammad SAW, tak pernah menyerah menghadapi berbagai rintangan karena cintanya pada kaumya, bahkan sampai maut menjemput, umatnya yang beliau pikirkan (Rasulullah, kami pun mencintaimu! sangat!).
belajar dengan cinta itu menyenangkan, dan kini aku akan perbaiki lagi bagaimana mencintai belajar (kuharap…).
Daftar cintaku,
Cinta Allah
Cinta Rasul
Cinta agamaku
Cinta Ibu
Cinta Bapak
Cinta Adik2ku
Cinta saudara2 ku
Cinta teman2 ku
Cinta dosen2 ku
Cinta amanahku
Cinta negeriku
Cinta fisika
Cinta sejarah
Cinta teknik sipil
Cinta matematika
Cinta akan cita dan cinta
Cinta suami (hupfff… ;p) –> nyang ini mah ntar aja
*kutulis sesaat setelah aku melakukan hal bodoh karena kehilangan makna belajar, tapi qo melankolis abiz ya??!!
Cogito ergo sum adalah sebuah ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf ternama dari Perancis. Artinya adalah: “aku berpikir maka aku ada”. Maksudnya kalimat ini membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri.
Jika dijelaskan, kalimat “cogito ergo sum” berarti sebagai berikut. Descartes ingin mencari kebenaran dengan pertama-tama meragukan semua hal. Ia meragukan keberadaan benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaan dirinya sendiri.
Descartes berpikir bahwa dengan cara meragukan semua hal termasuk dirinya sendiri tersebut, dia telah membersihkan dirinya dari segala prasangka yang mungkin menuntunnya ke jalan yang salah. Ia takut bahwa mungkin saja berpikir sebenarnya tidak membawanya menuju kebenaran. Mungkin saja bahwa pikiran manusia pada hakikatnya tidak membawa manusia kepada kebenaran, namun sebaliknya membawanya kepada kesalahan. Artinya, ada semacam kekuatan tertentu yang lebih besar dari dirinya yang mengontrol pikirannya dan selalu mengarahkan pikirannya ke jalan yang salah.
Sampai di sini, Descartes tiba-tiba sadar bahwa bagaimanapun pikiran mengarahkan dirinya kepada kesalahan, namun ia tetaplah berpikir. Inilah satu-satunya yang jelas. Inilah satu-satunya yang tidak mungkin salah. Maksudnya, tak mungkin kekuatan tadi membuat kalimat “ketika berpikir, sayalah yang berpikir” salah. Dengan demikian, Descartes sampai pada kesimpulan bahwa ketika ia berpikir, maka ia ada. Atau dalam bahasa Latin: COGITO ERGO SUM, aku berpikir maka aku ada.
(Disadur dari mba Wiki)
Gw jadi inget sama bukunya mas Harun Yahya tentang hakikat materi.. Beneran deh, buku ini awalnya bikin gw pusing, tapi justru buku inilah yang bikin gw seneng pelajari seperti apa gw ini.
Isinya sederhana, yakin ga kalo apa yang kita lihat ini semuanya memang memiliki keberadaan? Kalopun jawabannya iya, apa buktinya? bisa kita lihat atau kita rasa?? Padahal semua informasi dari indra kita itu, diolah sama otak. Informasi2 itu pun berupa impuls (kayak listrik kale ya) truz diterima otak, kemudian si otak ngolah informasi nya. Dan akhirnya kita pun bisa tahu itu adalah sebuah benda.
Tapi, kalopun si benda kagak ada, bisa saja kita menganggap benda tersebut ada (lagi gangguan otak maksudya). Atau bahkan kayak orang yang lagi di hipnotis itu lho.. Merasa seakan ada hal2 yang terjadi di sekitar dia. padahal ga ada kan aslinye.
Nah, bertolak dari cuplikan pernyataan yang tadi. Mas Harun ngehubunginnya dengan keberadaan Tuhan. BUKAN keberadaan Tuhan yang patut kita pertanyakan! Tapi keberadaan kita sendiri lah yang patut kita pertanyakan! Tuhan dengan segala kehebatannya tidak akan pernah satu dimensi sama kita. Tidak mungkin sama dengan makhluk yang terikat ruang dan waktu. Sedangkan kita,, sangat terikat oleh batasan ruang dan waktu.
Kalopun kata Om Descartes kita ada karena buktinya kita berfikir, ya gw setuju seh, cuman terkadang gw nyadar kalo pikiran kita tu terlaluuuuuuu terbatas. Bahkan tidak bisa menjadi 100% kebenaran.
Puzing uy,, kalo mikirin kayak gini.. Begitulah kita, makhluk dimensi 3 yang dibatasi ruang dan waktu……………..
komen-komen